Menelisik keberadaan objek wisata di kepulauan Mentawai, tentu tidak terlepas dengan olahraga yang terkenal ekstrem, apalagi kalau bukan olahraga surfing atau selancar air. Hal itu, terlihat dari kunjungan wisatawan mancanegara yang tiap tahun terus mengalami peningkatan.
Perkembangan wisata surfing di Mentawai, tidak saja sebatas pada potensi laut, namun juga didukung dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, seperti resort atau penginapan-penginapan yang berada tepat di bibir pantai lokasi bermain surfing. Para wisatawan, dapat menikmati secara langsung keindahan pantai yang putih dan pemandangan laut yang biru.
Salah satu lokasi surfing yang sering dijadikan sebagai tempat kejuaraan dunia setiap tahun, yakni, Lances Right yang berada di dusun Katiet, desa Bosua, kecamatan Sipora Selatan. Di sana, para wisatawan, tidak saja dapat menikmati keindahan hamparan pasir yang panjang, tetapi juga, keindahan laut dan kekayaan bawah laut, dengan olahraga diving.
Lancis Right sendiri, selain memiliki ketebalan ombak, juga terkenal dengan ombaknya yang panjang. Menurut sebagian para peselancar, kebagusan ombak tidak dinilai dari ketinggian, namun, hal itu dapat di lihat dari ketebalan ombak dan panjangnya ombak itu sendri.
Jhon, salah seorang warga Prancis yang ditemui di lokasi Lances Right, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa, di negaranya para peselancar belum akan disebut sebagai “penggila” olahraga selancar, sebelum datang dan bermain surfing di pulau Mentawai.
Menurut dia, ada suatu kebanggaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ketika sudah pernah datang dan bermain surfing di Mentawai. Kebanggaan itu, akan lebih bermakna ketika bagian tubuh tertentu terkena karang saat bermain surfing di kepulauan Mentawai. Lecet-lecet dan tergores karang bagi para peselencar merupakan hal yang lumrah.
Untuk menuju lokasi Lances Right tersebut, bukanlah kendala yang sulit. Apalagi, dengan membaiknya akses menuju Mentawai, memudahkan para wisatawan datang ke Mentawai. Dengan menggunakan kapal cepat Mentawai Fast, dan biaya Rp 250 ribu untuk sekali pergi, durasi waktu kurang lebih 3 jam, wisatawan sudah berada di Mentawai.
Dari Tuapejat, ibukota kabupaten, menuju Lances Right, wisatawan dapat menumpang dengan speed boat bermesin tempel 2 x 40 PK yang sudah tersedia di berbagai lokasi di kepulauan Mentawai. Untuk sekali pergi biasanya pemilik jasa speed boat mamatok tarif sebesar Rp 1,5 juta, dengan waktu kurang lebih 2,5 jam perjalanan.
Biasanya, untuk mengirit pengeluaran, wisatawan lebih memilih datang bersama rombongan. Apalagi, sekarang untuk menuju Mentawai juga sudah dapat diakses dengan menggunakan transportasi udara yang memakan waktu tidak sampai 1 jam, atau sekitar 45 menit.
Tidak itu saja, di lokasi Lances Right, para wisatawan dapat hidup dan bertemu langsung dengan penduduk asli Mentawai. Kearifan lokal budaya Mentawai, menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain resort-resort masyarakat juga menyediakan penginapan-penginapan yang dapat dijangkau oleh seluruh kalangan, mulai dari tarif Rp 30 hingga Rp 50 untuk satu malam. Sedangkan untuk home stay yang cukup mewah biasanya mematok tarif dari Rp 100 ribu, hingga Rp 200 untuk satu malam. (*)

0 comments:
Post a Comment
Terima Kasih Telah Mengunjungi Website Kami, Silahkan Berikan Komentar Anda, Mohon tidak Menuliskan Link Aktif Pada Pos Komentar anda, dan kami akan menghapus Komen yang menggunakan Akun Anonim. (Apa yang anda tulis adalah tanggungjawab anda sepenuhnya).