Pelaku Trafficking 9 Anak Mentawai ditangkap Polresta Padang

Jajaran Intelkam Polresta Padang, berhasil menggagalkan dugaan kasus human trafficking (perdagangan manusia) sembilan anak asal Mentawai. Pelaku ditangkap pada sebuah hotel dan korban langsung diamankan di Mapolresta Padang, Rabu (25/6) malam.
“Kita amankan di Mapolres,” kata Kapolresta Padang, Kombes Pol Wisnu Andayana kepada pers, Kamis (26/6).
Dugaan polisi, kesembilan anak itu akan dijual atau diambil organ tubuhnya bisa mendatangkan uang bermiliar-miliar rupiah.

Saat ini sembilan anak berusia delapan hingga 15 tahun tersebut, merasa aman di Mapolresta Padang. Sedangkan dua orang yang diduga pelaku sedang diperiksa intensif.
Informasi yang dihimpun, sebelum sembilan anak tersebut diamankan, satuan Intelkam Polresta Padang mendapatkan informasi dari masyarakat adanya gerak-gerik yang mencurigakan dari salah seorang tamu hotel melati di kawasan Alang Laweh. Ada tamu membawa sembilan anak. Mendapatkan laporan, petugas segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.
Petugas langsung mengamankan sembilan anak dengan dua orang dewasa di lokasi kejadian. Setelah itu, langsung menggelandang mereka ke Mapolresta Padang guna pengusutan lebih lanjut. Dari Rabu malam hingga berita ini ditulis, sembilan anak dan dua orang dewasa tersebut masih berada di Mapolresta Padang untuk dikorek keterangannya.
Wisnu Andayana melalui Kasat Reskrim, mengatakan, saat diinterogasi kedua tersangka diketahui bernama Farhan Muhamad (24) dan Mayarni Mzem (39). Mereka mengaku akan membawa sembilan anak ke pondok pesantren di kawasan Bogor. Mengetahui hal itu, petugas melakukan pendalaman dan memeriksa alamat yang diberikan dua orang tersebut. Setelah diperiksa, ternyata alamat itu palsu. Selain itu, mereka menyatakan dibiayai oleh seseorang yang mengaku pemilik Plaza Indonesia, bernama Edy.
“Kami didanai Rp18 juta, untuk membawa sembilan anak ini ke tempat yang telah dijanjikan Pak,” kata pelaku kepada petugas, yang ditirukan Kasat Reskrim.

Dikatakan, diduga kedua orang ini melakukan penjualan manusia, atau penjualan organ tubuh. Namun hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan apa modus kedua pelaku yang akan membawa sembilan anak ini ke Bogor. Kedua orang ini berdomisili di luar kota. Farhan Muhamad bekerja sebagai operator warnet, warga Jalan Jatiwaringgin No.76 RT. 001/004 Kelurahan Jati Cempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Sementara, Mayarni Mzem wiraswasta, warga Perumahan Bekasi Timur Regency Blok G2 No.01, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.

“Kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan terkait kasus ini, dan kami juga belum bisa memastikan apa modus kedua pelaku dan siapa yang memesan sembilan anak ini. Tindak lanjutnya, kami akan koordinasi dengan dinas terkait,” ujar Iwan.

Koordinasi
Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan dan koordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) terkait penemuan sembilan anak asal Mentawai tersebut. Setelah dikroscek ke daerah asal sembilan anak itu, di Surat Aban, Kecamatan Pagai Utara, Kepulauan Mentawai, orang tua mereka tidak mengetahui kepergian anak-anaknya. Saat ini, petugas akan mendatangi orang tua anak ini, untuk dimintai keterangan terkait kasus ini.
“Kami menduga pelaku termasuk jaringan human trafficking. Selain itu, kami juga menduga mereka jaringan penjualan organ tubuh manusia. Namun untuk pembuktian semua dugaan tersebut, saat ini kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Iwan.
Sementara itu, kuasa hukum sembilan anak asal Mentawai, AM. Mendrofa kepada Singgalang mengatakan, pihaknya telah meminta kepada pihak Kepo lisian untuk menahan kedua pelaku yang diduga terlibat kasus perdagangan manusia dan perdagangan organ tubuh.
Sebab, di dunia kesehatan organ tubuh yang dimiliki anak-anak sangatlah bagus, seperti ginjal. Ginjal, bisa dijual mahal. Selain itu, pihaknya juga menduga, pelaku akan menjadikan anak-anak ini pengemis di jalanan. Seperti biasanya, pada masuk bulan puasa dan lebaran, ledakan pengemis di jalanan luar biasa.
Tapi seluruh dugaan tersebut, belum bisa dipastikan. “Biarlah pihak Kepolisian melakukan pendalaman, dan penyelidikan. Kalau terbukti kedua orang ini terlibat kasus tersebut, agar diusut tuntas ke akarnya,” ujar Mendrofa.
Mendrofa menjelaskan, kedua pelaku diyakini jaringan perdagangan manusia. Sebab, hasil penyelidikan dari polisi, dokumen dan keterangan pelaku yang akan membawa sembilan anak ke Bogor untuk di sekolahkan fiktif. “Jadi ini jelas, kedua pelaku diduga kuat terlibat kasus human trafficking,” katanya.

Sudah di Padang
Hal senada juga dikatakan, Fitri selaku staf pendamping kasus ini dari Women Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan Padang, diyakini sembilah anak-anak laki-laki ini merupakan korban perdagangan manusia. Sebab, seluruh anak tersebut tidak ada yang berpamitan dengan orangtua untuk pergi dengan kedua pelaku.
“Saat ini orang tua korban tidak mengetahui anaknya telah berada di Padang. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, agar bisa menjadikan kasus ini perhatian serius dan jangan sampai kecolongan lagi,” ujar Fitri. Secara psikologi seluruh anak-anak ini mengalami trauma yang mendalam. Sebab, saat ditemui seluruh korban merasa takut, dan tidak mau bicara.

Kapolsek Sikakap Iptu Edison saat ditemui di Mapolresta Padang, mengatakan, pihaknya telah memberitahukan pemerintah setempat, melalui Kecamatan Pagai Selatan. Selain itu, dia juga menyerahkan kasus ini diselidiki Polresta Padang.
“Kami menyerahkan kasus ini kepada Polresta Padang. Kedua pelaku hingga saat ini tengah diperiksa secara itensif di unit Perlindungan Perempuan dan Anak. Sementara para korban juga tengah dimintai keterangan,” katanya.


>>>http://hariansinggalang.co.id/tersangka-ditangkap-9-anak-mentawai-dijual/
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih Telah Mengunjungi Website Kami, Silahkan Berikan Komentar Anda, Mohon tidak Menuliskan Link Aktif Pada Pos Komentar anda, dan kami akan menghapus Komen yang menggunakan Akun Anonim. (Apa yang anda tulis adalah tanggungjawab anda sepenuhnya).